Investasi Reksa Dana, Halal atau Haram?

Investasi Reksa dana Halal atau Haram?

Beberapa waktu yang lalu, saya bersama dua orang teman sedang ngobrol tentang iklim investasi yang sedang tren saat ini. Terutama tentang investasi reksa dana yang lagi banyak digandrungi pasangan keluarga muda. Pertanyaan kami sama, sebenarnya investasi reksa dana itu halal atau haram sih?

Apa yang akan saya bagi di sini adalah hasil diskusi kami. Apakah ini nantinya sesuai dengan apa yang anda anut atau tidak, mohon untuk tidak dijadikan bahan perdebatan dan saling memusuhi. Anggaplah ini sebagai bahan pengayaan bahwa ada beberapa mahluk Tuhan yang memiliki pola pikir berbeda dengan anda. Jika anda ingin memberikan tanggapan tentang tulisan ini, tuliskan dengan sopan. Dengan demikian saya bisa menghargai apapun pendapat anda.

Tulisan ini bermula dari kegelisahan kami tentang halal atau haramnya berinvestasi di reksa dana. Mengingat kami sama-sama menyadari tentang pentingnya berinvestasi, terutama bagi keluarga muda yang sama-sama ingin menikmati masa pensiun dengan bahagia. Maka investasi menjadi jawaban atas cita-cita kami.

Reksa dana memberikan solusi yang menarik dengan kemudahan yang ditawarkan dan jenis-jenis yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan kami. Ada yang bisa digunakan untuk investasi jangka pendek seperti mempersiapkan uang sekolah anak, ada juga yang bisa digunakan untuk investasi jangka panjang seperti mempersiapkan masa pensiun yang bahagia.

Tapi kemudian, reksa dana itu halal atau haram sih menurut pandangan islam?

Karena sama-sama merasa ilmu agama kami terbatas, maka berbekal referensi buku, mbah google dan berdiskusi dengan teman yang memiliki ilmu agama lebih bagus dibandingkan kami, maka berikut hasil diskusi yang bisa saya bagi.

Pada dasarnya segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli itu halal asalkan tidak bertentangan dengan syariah. Sedangkan dalam reksa dana terdapat prinsip jual beli yang diwakilkan oleh manager investasi. Manager investasi akan membeli bukti penyertaan modal suatu usaha yang dibuat dalam bentuk produk-produk investasi reksa dana.

Akad yang berlaku antara pemodal dengan manager investasi adalah akad ijarah atau jual jasa. Seorang pemodal memberikan mandat untuk melakukan transaksi atas namanya dalam kegiatan investasi. Atas jasanya, seorang manager investasi mendapat upah. Upah inilah yang diambilkan dari biaya administrasi yang kita bayarkan jika membeli produk reksa dana.

Agar berlaku sifat adil dan aman, dalam jual jasa tersebut ditunjuklah bank kustodian dalam mengelola dan menyalurkan modal dari investor. Bank kustodian ini juga berhak mendapat upah atas jasanya mengelola uang atau modal yang kita setorkan. Dengan adanya bank kustodian ini pula kita tidak perlu khawatir dana kita akan disalahgunakan oleh manager investasi.

Akad yang berlaku antara manager investasi dengan investor adalah akad mudharabah dimana seseorang mempercayakan hartanya untuk dikelola dan jika mendapat keuntungan akan dibagi sama rata, demikian juga jika menderita kerugian akan ditanggung sama rata.

Itulah kenapa dalam investasi reksa dana kita pun harus siap dengan segala risikonya. Untuk itu penting mempelajari risiko dalam masing-masing jenis reksa dana. Risiko ini timbul jika ada keadaan-keadaan yang bisa membuat rugi suatu jenis usaha yang kita investasikan.

Bukankan prinsip modal usaha dalam islam pun demikian?

Contoh sederhananya adalah jika si A bersama-sama dengan si B membuat usaha menjual cilok. Mereka berdua berbagi modal 30-70. Karena si B memiliki lebih banyak modal, maka si A memasrahkan usahanya kepada si B, dan memberikan mandat kepada si B untuk menjalankan segala jenis usahanya. Si A akan tetap bisa menerima keuntungan dari usaha tersebut sesuai jumlah modal yang diikut sertakan. Demikian juga jika menerima kerugian, maka si A hanya akan menderita kerugian sesuai jumlah modal yang dimilikinya.

Nah, lantas mengapa jika kita membeli reksa dana, kita tidak bisa mengikuti rapat umum pemegang saham, padahal kitapun juga memiliki saham di perusahaan tersebut? Karena seluruh modal yang kita investasikan sudah diwakilkan oleh manager investasi untuk dikelola. Kecuali jika kita membeli saham tersebut secara langsung di pasar modal tanpa diwakilkan oleh manager investasi, maka kita berhak mengikuti RUPS secara langsung juga.

Nah, lantas bagaimana jika manager investasi menginvestasikan dana kita di bidang-bidang yang bertentangan dengan syariah?

Sekarang sudah ada yang namanya REKSA DANA SYARIAH. Reksa dana syariah adalah wadah untuk menghimpun dana yang dikelola oleh manager investasi dan diinvestasikan ke instrumen-instrumen keuangan yang memiliki prinsip-prinsip syariah. Dalam kerjanya, manager investasi diawasi oleh dewan pengawas syariah. Manager investasi yang mengelola reksa dana syariah adalah juga orang yang sudah lolos sertifikasi dalam hal keuangan syariah.

Perusahaan atau sektor-sektor ekonomi yang bisa menerima modal dana dari reksa dana syariah hanyalah perusahaan atau sektor ekonomi yang terdaftar di Daftar Efek Syariah. Jadi tidak mungkin dana kita akan diinvestasikan di perusahaan yang memproduksi minuman beralkohol, karena perusahaan tersebut tidak akan terdaftar di dewan ekonomi syariah.

Dalam pengelolaan dana di Reksa dana syariah manager investasi akan terus dipantau oleh UPIS atau Unit Pengelolaan Investasi Syariah. Jadi dalam reksa dana syariah berlaku prinsip kehati-hatian.
Sepertinya gayung bersambut, tak lama kemudian, group kopdar investarian mengadakan pertemuan ketiga dengan bahasan investasi reksa dana syariah. Lega yes? Akhirnya ketemu dengan bapaknya MAMI lagi untuk membahas prinsip kerja reksa dana syariah di MAMI.

Di MAMI dalam mengelola reksa dana syariah berlaku akad wakalah dan mudharabah. Dalam pengelolaan reksa dana syariah, MAMI juga dipantau oleh UPIS (Unit Pengelola Investasi Syariah), diawasi oleh DPS (Dewan Pengawas Syariah) dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Dana yang terkumpul disalurkan ke instrumen keuangan yang terdaftar di DES (Daftar Efek Syariah).

MAMI juga memiliki izin sebagai pihak penerbit efek syariah.Perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam efek syariah adalah perusahaan-perusahaan yang terbuka dalam prinsip pengelolaan secara syariah dan lolos seleksi oleh dewan syariah nasional MUI. Efek yang diterbitkan juga harus sesuai dengan akad syariah dan memiliki rasio keuangan sesuai yang disyaratkan Dewan pengawas syariah.

Berinvestasi reksa dana syariah di MAMI juga mudah karena semua bisa dilakukan secara online. Pergerakan dana kita bisa dipantau melalui laporan dan akun yang kita miliki di www.klikmami.com. Jadi tidak ribet dan sesuai dengan prinsip keluarga muda milenial.

Selagi muda, selagi lapang, selagi sehat, selagi kaya, selagi hidup, saatnya kita mempersiapkan sebelum masa-masa sempit, sakit atau mati itu datang. Manfaatkan dengan hal-hal yang baik. Termasuk berbagi informasi dan berinvestasi. Seperti apa impian masa pensiun anda? Sudahkah anda memikirkan dan mempersiapkannya? Selamat berpikir!

Menabung atau Investasi Reksadana

Sebenarnya saya sudah cukup lama mengenal reksadana. Meskipun hanya mengenal kulitnya, terus terang investasi reksadana itu cukup menarik. Bukan karena return atau keuntungan yang akan di dapat, tetapi karena laju pertumbuhannya bisa mengimbangi laju inflasi. Masih pusing? Mari kita kupas satu persatu.

Dulu, jaman rikiplik ketika kita masih memakai seragam merah putih, kurang lebih 25 tahun yang lalu, berapa harga semangkok bakso? Di tempat saya harga semangkok bakso pada jaman itu Rp 1.000 – 1.500. Kalau beli semangkok harga Rp 2.000 itu sudah sangat istimewa. Sekarang, harga semangkok bakso bisa mencapai 10.000 – 15.000 per porsi. Itu artinya ada kenaikan harga dan penurunan daya beli. Itulah yang dinamakan dengan inflasi. Rata-rata pertumbuhan inflasi tiap tahun sebesar 5%. Kalau jaman dulu punya uang saku Rp 10.000 itu sudah sangat banyak sekali, kalau sekarang nilai uang segitu hanya setara semangkok bakso di abang penjual penggiran. Artinya nilai uang yang kita miliki setiap tahunnya akan terus menurun. Ibarat kata kalau kita punya tabungan 1 juta jaman dulu sudah banyak sekali, maka nilai uang itu di jaman sekarang tidak cukup untuk beli makan sebulan.

Nah, apa yang terjadi jika kita berusaha menabung, menyisihkan uang setiap bulan, tapi ternyata nilai uang yang kita tabung akan tergerus setiap tahunnya? Sedih gak? Harapannya ketika tua kita bisa punya uang saku untuk anak kuliah, eh lha ternyata uang saku itu tak berharga pas ketika mereka kuliah nanti. Artinya kita butuh tambahan uang lagi. Lantas kita harus bagaimana?

INVESTASI DONG!

Di acara investarian kemarin, pola pikir kita dibuka untuk mau belajar tentang investasi. Kenapa tidak menabung secara konvensional di bank seperti biasa? Sudah pernah melihat rincian isi buku tabungan? Berapa bunga yang di dapat setiap bulannya dan berapa biaya administrasinya? Yes, bunga yang di dapat setiap bulannya tidak sepadan dengan biaya administrasi yang dikeluarkan. Bisa-bisa uang kita juga turut habis tergerus biaya administrasi. Belum lagi harus berkurang nilainya akibat inflasi yang tidak mungkin dibendung.

Bagaimana dengan menabung emas? Pada polanya nilai emas memang cenderung sesuai dengan laju inflasi. Harga jual dan harga beli emas setara dengan laju inflasi. Menyimpan uang dalam bentuk emas atau logam mulia sama dengan melindungi nilai uang kita setiap tahunnya. Sejuta di masa kini akan setara nilainya dengan sejuta di masa mendatang. Ibarat kata sekarang nilainya setara semangkok bakso, maka di masa mendatang juga akan sama dengan semangkok bakso. Tidak berkurang juga tidak bertambah. Ditambah lagi menyimpan emas itu resiko tinggi ya buibu? Ngeri gak sama berita-berita kriminal yang sering wara-wiri di televisi? Mau ditaruh di deposit box kok ya kena biaya administrasi lagi. Pusing pala Barbie, kakak!

Nah kalau ingin instrument keuangan yang dapat melindungi nilai mata uang sekaligus memiliki nilai tambah dan tentu saja aman, maka investasi lah jawabannya! Apalagi sekarang investasi itu bisa anti ribet, tidak perlu belajar njelimet dan sederhana seperti ketika kamu belanja online. Kok bisa? Kan sekarang ada REKSADANA yang bisa daftar, beli, diakses, dipantau dan dijual secara online. Tanpa perlu melangkahkan kaki dari rumah, hanya cukup modal jari jempol, uangmu sudah jalan-jalan berguna untuk pembangunan ekonomi dan mendapat nilai tambah. Boleh senang, jangan?

INVESTASI REKSADANA DI MANULIFE, SEMUDAH BELANJA ONLINE

Sebelum berkenalan dengan MANULIFE, mau tahu cara kerja reksadana gak? Seperti apa sih reksadana itu?
Seandainya kamu punya uang Rp 10.000 dan ingin kamu belikan buah, apa yang akan kamu lakukan? Pergi ke pasar atau swalayan, membeli buah, ditimbang lalu pulang. Buah yang kamu dapat hanya satu macam, buah Jeruk saja atau apel saja misalnya. Dengan uang sepuluh ribu tersebut, jika kamu membeli sendiri buahnya apakah kamu bisa mencicipi aneka macam buah sekaligus? Bagaimana jika ternyata buah yang kamu beli banyak yang masam atau busuk? Hilang sudah kesempatan makan buah. Iya kan?

Nah, akan berbeda cerita jika kamu dengan uang sepuluh ribu pergi ke tukang rujak, lalu kamu bilang ingin membeli rujak buah. Apa yang kamu dapat? Buah yang pasti baik, karena dikupas dulu. Kalaupun ada yang busuk, sudah pasti akan dibuang sama ibu penjual rujaknya. Selain itu kamu bisa mencicipi aneka macam buah. Kalaupun ternyata ada yang masam, kamu masih bisa makan buah lain yang lebih manis. Sudah barang tentu ada bonus tambahan bermacam rasa dari bumbu yang kamu peroleh.

Nah seperti itulah kerja reksadana! Dengan reksadana kita bisa berinvestasi dengan nilai mulai dari sepuluh ribu rupiah untuk membeli unit yang kita inginkan. Karena reksadana dikelola oleh manajer investasi yang sudah malang melintang di dunia investasi dan saham, kita tidak perlu pusing belajar tentang pergerakan pasar modal. Kalaupun mau belajar lebih detail pun malah lebih bagus! Tapi dengan reksadana, semua jadi lebih mudah tidak harus pusing.

Manajer investasi yang bekerja pun diawasi oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan di Indonesia. Apabila manajer investasi terbukti nakal maka izinnya bisa dicabut dan masuk daftar hitam dunia. Itu kenapa manajer investasi akan bekerja dengan sungguh-sungguh mengelola dana kita. Kita pun bebas memilih unit sesuai dengan karakteristik dan tujuan yang kita inginkan.

Pada dasarnya ada 4 macam reksadana yang bisa kita pilih berdasarkan faktor resiko yang harus kita pertimbangkan, yaitu:

  • reksadana pasar uang
  • reksadana pendapatan tetap
  • reksadana campuran
  • reksadana saham

Reksadana pasar uang adalah reksadana dengan faktor resiko paling rendah, namun juga memiliki return paling kecil. Semakin rendah resikonya semakin kecil juga return yang akan didapat. Demikian akan berlaku sebaliknya pada reksadana saham. Kalau ada yang menawarkan faktor resiko kecil dengan return yang tinggi, maka perlu waspada. Bisa jadi investasi tersebut termasuk investasi bodong.

Agar tidak takut terkena investasi bodong, maka berinvestasi saja pada manajer investasi yang sudah berpengalaman belasan tahun seperti di MANULIFE. Manulife sudah beroperasi di Indonesia sejak puluhan tahun yang lalu. Melalui MAMI (Manulife Asset Management Indonesia), Manulife meluncurkan produk-produk investasi yang semua bisa dilakukan secara online. Melalui website www.klikmami.com kita bisa mendaftarkan diri dalam berinvestasi, bertransaksi dan memantau pergerakan unit kita. Unit yang ditawarkan pun disesuaikan dengan tujuan dan dana yang kita miliki. Investasinya pun bukan investasi yang mahal. Pembelian unit bisa dimulai dari sepuluh ribu rupiah. Murah dan terjangkau.

Prosesnya pun mudah dan gampang, dimulai dari registrasi akun. Proses registrasi sama seperti mendaftar email, hanya saja bedanya, di bagian data diri harus diisi lengkap sesuai dengan kartu identitas. Gunanya untuk mencairkan atau menjual unit  reksadana jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Reksadana ini unitnya bisa dijual kapanpun kita mau kok dan pencairan dananya pun mudah. Pembelian dan penjualannya sama seperti transfer uang antar bank. Jadi dana akan masuk langsung ke rekening masing-masing. Pergerakannya bisa dipantau melalui website www.klikmami.com. Tidak susah kan? Seperti ketika belanja online, hanya modal jempol dan koneksi internet. Bedanya kalau kamu belanja unit reksadana di MAMI uangmu akan bertambah dan berkembang, bukan makin habis, Insyaallah.

Seperti saran pak Legowo, Presiden Direktur Manulife Asset Management Indonesia, jika ingin belajar berinvestasi, mulailah dari resiko yang terendah. Sama seperti ketika belajar berenang, mulailah dengan berenang di kolam renang yang airnya dangkal. Akan bahaya jika langsung berenang dan menceburkan diri ke laut. Tidak siap dengan segala resikonya, shock lantas takut dan kapok untuk berinvestasi lagi. Padahal investasi bukanlah hal yang menakutkan. Selama kita tahu tujuannya dan bisa mengelola resiko, maka hasil yang didapat pun bisa optimal.

Dengan dibantu para manajer investasi di MAMI kita bisa menyisihkan sebagian uang bakso kita untuk dikelola dan bisa dijadikan sangu untuk menghabiskan masa tua. Siapa tahu uang bakso yang kita sisihkan sekarang, suatu saat bisa dipakai untuk menikmati bakso di Italia atau Perancis, menghabiskan masa tua keliling dunia dengan pasangan. Romantis ya? Sssssttt… dengar-dengar MAMI mau meluncurkan produk reksadana syariah. Tunggu ulasan berikutnya yaaa….!