Sirup Herbal Yang Praktis Mengatasi Masuk Angin Pada Anak

Ramuan Herbal Yang Praktis Untuk Mengatasi Masuk Angin Pada Anak

Beberapa hari sebelum Ramadan kemarin, kami kedatangan banyak tamu. Bukan tamu dalam wujud manusia, tapi tamu dalam wujud air banjir. Pada saat itu Surabaya memang sering disambangi hujan deras. Pernah satu hari hujan lebat berlangsung berjam-jam, yang akhirnya sukses membuat seluruh lantai rumah kami terendam banjir di atas mata kaki. Jika biasanya air hanya masuk sebatas dapur atau ruang makan saja, malam itu air masuk ke seluruh bagian rumah, mulai dari kamar tidur, kamar tamu hingga ruang kerja.

Kalau sudah begini, salah satu makhluk yang paling bahagia adalah dua bocahku. Dengan dalih membantu menguras air, tentu saja momen ini menjadi kesempatan mereka untuk keceh, alias main air. Acara menguras ala para bocah ini bahkan berlangsung hingga malam. Mereka tidak lagi mau mendengarkan teriakan ayah bundanya untuk berhenti karena sudah terlalu larut. Selama kami belum berhenti, mereka pun masih asik saja “menguras” air banjir.

Alih-alih menyiapkan diri menyambut bulan puasa, kami justru lebih sibuk bekerja bakti membersihkan rumah. Acara beberes tersebut tentu saja cukup menguras energi. Maka, tak bisa disalahkan jika keesokan harinya salah satu bocah masuk angin. Tiba-tiba saja badannya demam dan merasa sedikit mual. Walah… ya sudah lah.

Tak lama berselang, masalah baru muncul lagi. Beberapa hari menjelang mudik hari raya, bocah kunyil bersin-bersin dan kepalanya pusing. Oalah, Nduk…. Apa ini memang masuk angin lagi? Ketika itu mereka habis kehujanan sepulang sekolah. Bukannya menunggu dijemput atau sabar menanti hujan reda, namanya bocah tentu saja memilih berlari dan bermain air hujan. Asal tas dan sepatu aman dari guyuran air, menerobos hujan adalah pilihan yang menyenangkan.

Hmm… Musim memang sedang tidak jelas. Di cuaca yang seperti ini, memang berbagai macam penyakit dapat menyambangi setiap saat, termasuk gejala masuk angin.

Apa itu Masuk Angin?

Kita sering mendengar istilah masuk angin, bahkan malah sering mengalami sendiri. Namun sebenarnya masuk angin itu penyakit apa sih?

Ternyata Kawans, sebenarnya masuk angin itu tidak ada dalam istilah medis. Istilah masuk angin hanya ada di Indonesia, dan tidak ada jurnal ilmiah yang spesifik mengenai penyakit ini. Masuk angin adalah kondisi di mana ketika tubuh merasakan beberapa ketidaknyamanan pada area perut, pencernaan hingga seluruh tubuh.

Penyebab yang dipercayai masyarakat awam di antaranya karena terlalu lama berada di ruangan bersuhu dingin, kehujanan, atau terlalu lama beraktivitas di luar ruangan. Gejala yang sering muncul adalah perut terasa penuh, kembung, mual, bahkan pada anak-anak tak jarang disertai demam. Kondisi ini muncul karena menurunnya kekebalan tubuh. Pemicunya bisa karena virus maupun gangguan pencernaan semacam dispepsia atau maag akibat kebiasaan buruk dalam pola makan sehari-hari.

Apapun penyebabnya, ada atau tidaknya jurnal ilmiah mengenai penyakit ini, namun yang jelas jika masuk angin sudah menyerang memang rasanya sangat nyata dan gak karuan. Jangankan anak-anak, orang dewasa saja kalau sudah masuk angin badan jadi serba tidak nyaman. Kalau sudah begini, biasanya apa sih yang kalian lakukan?

Jenis-Jenis Tanaman Herbal Yang Ampuh Mengobati Masuk Angin

Kalau sudah berurusan dengan masuk angin, bikin aku selalu inget ibuk. Ibuk orang yang selalu rajin membuat berbagai macam minuman untuk kami saat sakit, terutama saat masuk angin. Saat masuk angin, kami dibuatkan minuman dari resep herbal yang sudah menjadi warisan turun-temurun dari sejak zaman simbah. Mengkonsumsi ramuan herbal ini bagi kami minim resiko karena semua bahannya alami, langsung dibeli di pasar atau dipetik dari kebun belakang.

Berikut beberapa kelebihan mengkonsumsi bahan herbal sebagai obat untuk menyembuhkan beberapa penyakit seperti masuk angin:

  • Murah, karena bahannya kadang dipetik dari kebun
  • Bebas Toksin karena terbuat dari bahan alam
  • Minim efek samping
  • Terbukti khasiatnya secara turun temurun
  • Tak sekedar membantu menyembuhkan penyakit, tapi juga membantu meningkatkan kekebalan tubuh

Berikut beberapa jenis bahan herbal yang dapat membantu meredakan gejala masuk angin:

Jahe
Mengkonsumsi ramuan yang mengandung jahe memang memberikan kesan hangat dalam tubuh. Rasa hangat inilah yang efektif mengatasi gejala masuk angin seperti kembung dan kedinginan.

Peppermint
Aroma mint yang segar mampu membantu mengatasi rasa mual akibat masuk angin. Jadi kalau kalian mau bikin ramuan herbal untuk mengatasi masuk angin, jangan ragu untuk menambahkan daun Mint ke dalam ramuannya.

Jinten Hitam
Jinten hitam kaya akan kandungan antioksidan yang dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan memberikan rasa hangat pada tubuh untuk mengatasi gejala masuk angin.

Daun Sembung
Pada anak-anak, daun sembung banyak dipakai oleh orang tua jaman dulu untuk mengobati demam. Daun sembung juga mampu membantu mengatasi kembung dan mencegah pembentukan gas di saluran pencernaan.

Madu
Madu banyak dikenal untuk mengobati berbagai macam penyakit. Kandungan royal jelly yang ada di dalamnya bahkan membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

Kunyit
Kandungan kurkumin pada kunyit membantu mengurangi tekanan pada perut dan mengatasi kembung dan mual. Kurkumin juga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

Ramuan Herbal Yang Praktis Mengatasi Masuk Angin

Aku sudah mengenal jenis-jenis tanaman herbal tersebut sejak aku masih piyik. Herbal-herbal ini akrab dalam kehidupan sehari-hariku dan memang banyak membantu aku ketika sakit, apalagi saat masuk angin. Ibuku sering menyeduh dan mengolahnya untukku.

Menumbuk, menyeduh dan mengolah berbagai campuran tanamanan herbal tersebut tentu saja dibutuhkan waktu dan tenaga tersendiri. Bisa dibayangkan gak sih ketika anak sakit, lagi rewel-rewelnya para ibu jaman dulu masih menyempatkan untuk membuat ramuan dan obat untuk anak-anaknya. Sungguh dedikasi yang luar biasa.

Buat aku yang termasuk jenis ibu-ibu yang maunya serba gampang, tentu saja hal tersebut menjadi tantangan tersendiri. Aku sudah terlanjur dimanjakan oleh berbagai jenis kemajuan teknologi dan zaman. Hidup di era yang semua serba instan seperti sekarang, aktivitas mengolah, menumbuk dan memarut berbagai jenis herbal tentu saja sangat tidak praktis.

Untuk semua jenis bahan herbal di atas, sekarang sudah tersedia versi praktisnya. Namanya ANTANGIN. Bentuknya sirup. Sudah gak perlu riweuh macem-macem, tinggal glek. Ini salah satu penghuni kotak obat di rumah kami. Sebagai manusia yang berkulit tipis dan sangat rentan terhadap ancaman masuk angin, ini salah satu must have item bagiku.

Kenapa harus Antangin?

Kalau ditanya kenapa harus Antangin? Buat aku mudah saja menjawabnya. Berikut beberapa alasan kenapa aku memilih Antangin.

  • Antangin mengandung bahan herbal alami pilihan yang aman dikonsumsi siapa saja, termasuk anak-anak dan lansia.
  • Antangin diolah dari ramuan herbal yang menjadi resep warisan nenek moyang yang khasiatnya sudah dipercaya secara turun temurun
  • Antangin ini sudah dikemas secara modern, menggunakan mesin-mesin canggih sehingga terjaga kehigenisannya.
  • Yang tak kalah pentingnya, Antangin memiliki kemasan sachet yang praktis dan mudah dibawa ke mana-mana.
  • Harganya terjangkau, halal dan mudah didapat.

Antangin ada dua jenis, yaitu Antangin JRG dan Antangin Habbatussauda. Buat kalian yang masih mumet apa bedanya dua jenis Antangin ini, berikut perbedaannya:

Antangin JRG

  • Mengandung bahan herbal tambahan Jahe, Royal Jelly dan Ginseng
  • Memiliki aroma dan rasa ginseng yang kuat.
  • Kemasannya didominasi warna kuning dan merah-jingga segar

Antangin Habbatussauda

  • Seperti namanya Antangin jenis ini mengandung bahan herbal tambahan habbatussauda
  • Memiliki rasa sedikit lebih manis dibanding Antangin JRG
  • Kemasannya didominasi warna kuning dan merah tua.

Kemasan
Antangin memiliki kemasan sachet dengan isi bersih 15ml. Tiap 12 sachet dikemas dalam satu box yang didominasi warna kuning.

Dosis
Dewasa : 3 kali sehari 1 sachet.
Anak usia 6-12 tahun : ½ dosis orang dewasa

Diminum sesudah makan. Bisa diminum langsung atau diseduh bareng teh tawar hangat.

Antangin JRG maupun Antangin Habbatussauda sudah mengantongi izin edar dari BPOM dan sertifikat halal dari MUI.

Harga
Harga sachet sekitar Rp3.000,-
Harga perbox sekitar Rp30.000,- an.

Bisa dibeli di mana saja, mulai dari toko retail modern maupun tradisional, toko online bahkan di warung kelontong sebelah rumah juga ada. Gampang banget didapatkan.

Mengkonsumsi ramuan herbal warisan nenek moyang yang menjadi kekayaan alam indonesia seperti ini berarti juga menjaga warisan adiluhung asli dari Indonesia. Jadi kita patut bangga. Sudah sehat, warisan negara terjaga, bonus amal sholeh dah… Semoga sehat selalu ya, Kawans!

Membangun Rumah Ramah Lingkungan Dengan Utomo SolaRUV

Membangun Rumah Ramah Lingkungan Dengan Utomo SolaRUV

“Living Big In A Tiny House” adalah salah satu channel youtube yang pernah aku tonton bareng suami. Di channel ini ada review tentang rumah-rumah mungil tapi nyaman. Mengusung konsep minimalis dan ramah lingkungan, rumah-rumah ini persis seperti bayangan rumah masa tua kami. Mungil dengan halaman yang sangat luas dan pemandangan yang super cantik.

Membangun rumah seperti ini tentu kami harus menghitung dana yang harus ditabung dan disisihkan. Bayangan membeli tanah yang luas saja kepala sudah nyut-nyutan. Belum lagi membuat rumah modern yang ramah lingkungan lengkap dengan panel surya sepertinya makin jauh di awang-awang. Pasti harga-harga panel surya dan segala perlengkapannya tidak murah.

Benarkah demikian?

Bayanganku berubah total ketika mengikuti acara blogger gathering bareng Utomo SOlaRUV. Utomo SolaRUV adalah perusahaan spesialis penyedia solusi atap dan energi baru terbarukan khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Perusahaan ini berada di bawah naungan Utomo Deck yang sudah memiliki pengalaman dan sertifikasi internasional di bidang atap. Jadi tidak perlu diragukan lagi.

Dari acara ini aku mendapat informasi yang lengkap apabila kita ingin membangung hunian yang memiliki panel surya. Sudah pada tahu kan fungsi panel surya untuk apa? Bentuknya bagaimana? Sini-sini duduk dekat aku. Biar ku ceritain tentang panel surya.

Tentang Panel Surya

Panel surya adalah alat yang dapat mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Pada dasarnya alat ini terdiri dari beberapa bagian yang membantu kita dalam suplai listrik untuk berbagai kebutuhan. Apabila ingin memiliki panel surya di rumah sebagai tenaga untuk suplai listriknya, maka set alat yang dibutuhkan antara lain, panel surya, inverter dan baterai apabila dibutuhkan untuk off grid tanpa paralel dengan listrik dari PLN.

Nah jika masih ingin paralel dengan listrik PLN atau menggunakan sistem on grid, maka tidak perlu baterai. Cukup panel surya dan inverternya saja. Harga untuk satu perangkat panel surya dengan sistem on grid di Utomo SolaRUV terbilang cukup terjangkau, mulai dari 18 juta’an saja. Tidak mahal kan ya? Dengan harga segini kita bisa mendapatkan perangkat untuk memberikan suplai energi listrik di siang hari setara dengan listrik 2200 watt. Sedangkan malam hari bisa langsung switch ke listrik PLN tanpa ada lonjakan, hentakan atau kedip sama sekali di perangkat elektronik kita. Jadi stabil.

Perangkat yang digunakan oleh Utomo SolaRUV ini sudah memiliki sertifikasi SNI, sehingga aman digunakan meskipun untuk skala rumah tangga. Dengan harga dan perangkat tersebut, Utomo SolaRUV terbilang hemat, karena perangkat bisa digunakan hingga 25 tahun. Pemasangannya pun tidak membutuhkan syarat yang ribet, asalkan atapnya kuat untuk menopang perangkat seberat 14 kg/bar panel aman lah. Kalau ragu, boleh lho sekalian minta dibikinin atap yang kuat sama Utomo Deck.

Kenapa Harus Menggunakan Panel Surya?

Di tengah bumi yang sedang sakit dan lagi maraknya isu pemanasan global, segala sesuatu yang ramah lingkungan itu akan sangat membantu diri kita sendiri bertahan hidup di muka bumi lebih lama. Bumi bisa dihuni untuk anak cucu kita lebih lama lagi. Untuk itulah, membangun rumah yang ramah lingkungan pun juga kini menjadi perhatian dunia. Eco-House istilah kecenya. Rumah yang memiliki konsep eco-house adalah rumah yang didesain khusus yang selaras dengan lingkungan, mulai dari penggunaan materialnya, pemanfaatan energi berkelanjutan, hingga desain yang dibuat agar memaksimalkan fungsi alam.

Dengan menggunakan panel surya yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listriknya, maka kita akan mengurangi emisi karbon dari pembakaran batu bara sebagai sumber energi milik PLN. Dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber listrik, maka kita dapat mengurangi emisi karbon hingga sebesar 246 ton per tahun. Keren sekali yaaa…

Tak hanya itu, kita juga dapat menghemat pengeluaran membayar tagihan listrik hingga 50% tiap bulannya. Ini kalau kita masih menggunakan panel surya yang on grid. Jika sudah benar-benar off grid, sudah gak perlu bayar listrik lagi. Bahkan kalau cadangan energi kita berlebih dalam baterai, bisa lho dijual ke PLN. Bener begitu kan, Utomo SolaRUV?

Dengan potensi sinar matahari yang berlimpah di Indonesia ini, kita beruntung bisa memanfaatkan energinya dengan maksimal. Apalagi di kota Surabaya yang katanya kota dengan panas paling menyengat ini. Cocok bangetlah untuk membangun rumah yang memiliki panel surya di atapnya. Konon katanya, potensi energi surya di Indonesia mencapai 112.000 GWp dan ini gede banget lho. Sudah saatnya kita serius memikirkan pemanfaatan energi berkelanjutan dari alam.

Yuk, kita sambang ke kantornya Utomo SolaRUV, mas… * Colek manjah suami tercintah.

Buat kalian yang ingin tahu lebih banyak tentang panel surya dari Utomo SolaRUV, bisa main ke kantornya Utomo Deck di :

JL. Basuki Rachmad No. 149 Surabaya 60271

Telp : (031) 545 1945 / (031) 534 4356 / 081 703 495 057 / 081 837 33 33.

Bisa juga cek di instagram Utomo SolaRUV dengan user “utomosolaruv”.

Salam Bumi pasti lestari!

Kraft Crollete Dijamin Ludes, Menu Untuk Anak Yang Tidak Suka Keju

Kraft Crollete Dijamin Ludes, Menu Untuk Anak Yang Tidak Suka Keju

“Bund, ini apa yang di meja makan?” Itu reaksi anakku ketika saat buka puasa, tersaji menu yang tidak biasa. Kraft Crolette.

“Itu omelet yang dikasih mahkota, Nduk. Namanya Crolette.” Jawabku.

“Wuah, ada kremesnya. Seru nih…” dicomotnya crown yang ada di atas Crolette buatanku. Tak menunggu lama, menu itu ludes. Mereka tidak menyadari bahwa crown itu terbuat dari keju.

Anakku tidak suka keju. Suamiku tidak doyan keju. Menu-menu yang mengandung keju sudah pasti menyingkir dari meja makan kami. Melihat tampilannya saja, seolah sudah ada alarm tolakan menyala-nyala. Jangankan dicicip, disentuh pun tidak.

Ibu-ibu sudah pasti paham kalau keju itu sebenarnya memiliki manfaat yang banyak sekali. Melihat seisi rumah anti keju semua memang bikin games-gemes sebel. Buat yang belum tahu, nih beberapa manfaat keju yang aku ketahui. Silahkan ditambahkan di kolom komentar kalau ada yang lain.

Sependek pengetahuanku, Keju membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi. Kandungan kalsium dalam keju merupakan asupan yang baik untuk tulang dan gigi. Keju juga memiliki zat “makanan tulang” berupa protein, zinc, vitamin A, vitamin D, dan vitamin K

Keju membantu menjaga kesehatan saluran cerna. Hal ini karena keju merupakan makanan yang diolah dengan cara fermentasi, sehingga kaya akan bakteri probiotik yang baik untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Keju juga membantu menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mencukupi konsumsi produk olahan susu, seperti keju, dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler, seperti penyakit jantung dan stroke.

Keju dapat membantu meredakan peradangan dalam tubuh. Kandungan yang dimiliki keju berupa linoleic acid, sejenis asam lemak, diketahui mampu meredakan peradangan. Bahkan, asam lemak ini juga dipercaya dapat menurunkan berat badan.

Manfaat yang bejibun inilah yang sebenarnya bikin aku sedih kenapa kok anak-anakku dan suamiku tidak suka keju. Sayang banget.

Sepertinya gayung bersambut. Tuhan menjawab doaku. Ketika aku melihat olahan Crolette hatiku tergelitik. Duo kunyil suka sekali makan kremesan. Kenapa gak bikin kremesannya dari keju aja? Apalagi kalau bentuknya lucu seperti mahkota. Pasti bikin penasaran.

Akhirnya misi recook Crolette pun dijalankan. Seperti ini hasilnya. Cakep kaaan?

Kalau penasaran, berikut resep anti gagal membuat Crolette.

Bahan:

  • Dua butir telur
  • Keju Kraft Cheddar Mini 30 gr
  • Garam sejumput

Cara Memasak:

  1. Kocok telur hingga rata
  2. Panaskan pan dan masukkan telur hingga merata
  3. Gulung dan bentuk menjadi omelet, lalu sisihkan
  4. Matikan kompor dan parut keju Kraft Cheddar Mini di atas pan
  5. Letakkan omelet di atas keju yang mulai mengering
  6. Angkat dan sajikan di atas piring saji
  7. Bentuk crown hingga keju benar-benar kaku
  8. Crolette siap disantap!

Aku sudah membuat videonya di reels instagramku. Silahkan tengok di sini ya…

https://www.instagram.com/p/CcKETrRJboM/

 

Kenapa membuat Crolette yang ini anti gagal? Itu karena kejunya pakai Kraft Cheddar. Pakai Kraft Cheddar membuat keju kremesnya ini jadi lebih mudah kaku, tapi masih bisa dibentuk dan diberdirikan. Setelah kaku pun rasanya tetep kremes. Masih terasa kriuknya pas dimakan anak-anak waktu bersantap buka puasa.

Kenapa bisa begitu? Karena kandungan Kraft Cheddar adalah Keju Cheddar aslik, gak kaleng-kaleng. #KejuAsliCheck. Cek aja di kemasannya. Di urutan bahan pertamanya adalah Keju Cheddar. Itu berarti Kraft Cheddar memang memiliki kandungan utama berupa Keju Cheddar. Selain itu, Kraft Cheddar juga memiliki kandungan calci-milk. Calci-milk adalah kandungan berupa protein dan kalsium yang tinggi dan vitamin D. Biar crown alias mahkotanya tegak berdiri kaku tanpa ambyar, dibutuhkan keju yang mengandung protein lebih tinggi dari keju lainnya.

Lalu kenapa harus bikin Crolette? Gak harus sih. Tapi kalau mau menu yang simple, anti ribet, tapi dijamin langsung ludes ya menu ini cocok banget. Simple karena bikinnya cepet, bahannya gak banyak. Anti ribet karena bikinnya cepat. Dijamin ludes karena memang rasanya enak dan gurih. Apalagi kremes kejunya, bikin nagih. Bahkan bocah-bocahku yang biasanya gak doyan keju pun, sukses menghabiskan makanannya tanpa sadar kalau kremesnya dari keju.

Kraft Cheddar tersedia dalam beberapa kemasan. Ada kemasan mini 30 gram, ada 70 gram dan kemasan 165 gram. Untuk bikin Crolette ini aku pakai kemasan mini 30 gram yang pas untuk resep 1 menu Crolette. Beli di Indomaret harganya murah, hanya Rp5.200,- Meskipun harganya murah, tapi kandungannya komplit kaaan…

“Bund, kapan sekolah boleh bawa bekal lagi?” Tanya anakku setelah menyelesaikan makan buka puasa. Sekolahnya memang belum memperkenankan membawa makanan dan bekal apapun selama pandemi untuk menghindari potensi penularan Covid-19 di sekolah.

“Kalau nanti sudah boleh bawa bekal, bikinkan aku bekal crolette yang kayak gini ya bund?” Ujar anakku. Wokeeey, kalau makanannya gampil kayak gini, mah bunda siap!

“Eh, tapi mahkotanya masih enak gak bund kalau dijadiin bekal?”
“Lho ya jelas masih enak… Lha wong bikinnya pakai keju Kraft Cheddar.” Aku membanggakan diri.
“Hah? Jadi ini tadi keju?? Ternyata enak ya kalau digoreng…” mereka pun terkejut.

Ya iyalaaaahh… Dari dulu keju Kraft mah pasti enak. Gurihnya pas! Karena gak pakai penguat rasa. Aku bisa tersenyum lega melihat bocahku sudah terbuka menerima keju.

Bon Appetit!

Melawan Stigma Mulai Dari Mana?

 

Melawan Stigma Mulai Dari Mana? – Adikku lahir sebagai anak berkebutuhan khusus. Konon kata dokter, IQnya berhenti di anak usia 2 tahun dan tidak berkembang lagi. Kemampuannya berbicara dan berlogika persis seperti anak kecil, meski usianya sudah menginjak belasan. Dulu dia baru bisa berjalan ketika usia 8 tahun. Perkembangannya sangat lambat.

Aku tahu persis bagaimana dulu ibuku selalu menggendongnya ke mana-mana. Seiring berjalannya waktu, adikku tumbuh menjadi anak yang gigih. Dia juga yang selalu membantu mengangkat barang-barang di rumah. Meski perkembangan IQnya lambat, tapi fisiknya tumbuh normal. Namun begitu, aku tidak bisa lupa bagaimana orang lain mencibir adikku dan ibuku. Stigma tentang anak cacat adalah dosa orang tua dan sejenisnya selalu ada.

Adikku tidak bisa bersekolah di sekolah biasa. Di desa kami, sekolah untuk anak berkebutuhan khusus terbatas jumlahnya. Ada sekolah luar biasa yang jaraknya belasan Km dari rumah, itupun tidak ada kelas untuk anak dengan kemampuan seperti adikku. Alhasil saat itu adikku tidak bersekolah. Guru sekolah di dekat rumah tak sanggup mengajarnya. Maka, satu-satunya yang bisa ia tulis adalah angka 4 dan huruf B. itu saja.

Stigma Dan Dilema Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK)

Stigma-stigma negatif yang masih banyak beredar di masyarakat inilah akhirnya menginisiasi Ruang Publik KBR untuk mengadakan edukasi. Dalam rangka Hari Down Syndrome Sedunia yang jatuh pada tanggal 21 Maret 2022, Ruang Publik KBR berkolaborasi dengan NLR Indonesia membuat talkshow yang bertema “Lawan Stigma Untuk Dunia Yang Setara”. Talkshow yang diadakan tanggal 30 Maret 2022 ini menghadirkan dua narasumber yaitu:

  • dr. Oom Komariah. M.Kes, Ketua Pelaksana Hari Down Syndrome (HDSD) / POTADS (Perkumpulan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome)
  • Uswatun Khasanah, OYPMK (Orang yang Pernah Menderita Kusta) / NLR Indonesia

Selain anak-anak berkebutuhan khusus seperti adikku, salah satu stigma yang sering diberikan oleh masyarakat awam adalah stigma terhadap penderita Kusta. Siapa yang belum mengenal Kusta? Kusta atau lepra adalah penyakit yang menyerang jaringan kulit dan dapat menimbulkan kecacatan. Kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae.

Bagi Mbak Uswatun Khasanah, sebagai orang yang pernah menderita kusta, anggapan bahwa kusta adalah penyakit kutukan bukan lagi hal baru. Masih banyak di masyarakat Indonesia yang menganggap orang yang menderita kusta itu perlu dikucilkan karena sangat mudah menular. Bahkan banyak yang masih belum tahu kalau kusta bisa disembuhkan.

Aku sendiri pun baru tahu kalau ternyata Kusta itu ada dua macam berkat nonton talkshow kemarin. Seperti diabetes, kusta pun ada dua jenis, kusta basah dan kusta kering. Asalkan rajin minum obat dan mematuhi semua anjuran dokter, Kusta bisa sembuh. Bahkan tidak meninggalkan cacat yang fatal.
Bagi penderita kusta yang mengalami kecacatan pun sering dilema, karena susah mendapatkan fasilitas publik dan kesempatan yang setara dengan yang lain. Sama seperti penyandang disabilitas lain, fasilitas publik kita banyak yang belum ramah terhadap kaum disabilitas.

Kesempatan kerja pun tidak sama besarnya. Mereka yang disabilitas akan memiliki kesulitan dan hambatan yang jauh lebih besar dalam berkompetisi di dunia kerja. Karena seringnya, dunia kerja tidak memberikan toleransi bagi penyandang disabilitas. Bahkan mungkin lebih sering mendapatkan diskriminasi.

Lawan Stigma Untuk Dunia Yang Setara

Percayakah kalian bahwa penderita down syndrome bisa menjalani hidup normal? Down syndrome bukan penyakit. Down syndrome adalah gangguan genetik karena kelainan kromosom. Karena bukan penyakit, down syndrome tidak bisa disembuhkan, tapi bisa diterapi dan dilatih. Dengan latihan dan terapi yang rutin, penderita down syndrome dapat menjalani kehidupan seperti manusia pada umumnya. Bahkan banyak penderita down syndrome yang memiliki prestasi melebihi teman-temannya yang lain.

Melihat fakta seperti ini pun, masih ada saja masyarakat yang memiliki stigma bahwa anak down syndrome adalah akibat dari dosa orang tuanya. Banyak orang down syndrome yang mengalami diskriminasi, bahkan pelecehan. Tak jarang orang down syndrome dianggap sebagai aib bagi masyarakat.

“Bagi orang tua yang memiliki anak dengan down syndrome silahkan jika ingin menikmati waktu untuk bersedih. Itu normal. gakpapa. Tapi jangan lupa untuk cepat bergerak. Jangan terlalu lama berdiam diri gak ngapa-ngapain. Kalau bukan orang tuanya yang membantu anak down syndrome berkembang, siapa lagi?”

Dr. Oom menyarankan segera cari komunitas yang mendukung dan menerima semua perasaan yang dirasakan. Bukan memberikan penghakiman. Komunitas ini penting untuk berbagi pengalaman, cerita, cara terapi bagi sesama orang tua dengan anak down syndrome. Bahkan komunitas seperti POTADS juga memberikan wadah bagi anak-anak down syndrome untuk berlatih bermacam-macam keterampilan.

POTADS (Perkumpulan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome) yang sudah berdiri di 10 kota ini juga memiliki wadah berupa rumah ceria POTADS yang mewadahi anak-anak down syndrome untuk berlatih seperti renang, perkusi, drum, dan lain sebagainya. Bahkan banyak di antara mereka yang berprestasi. Jadi orang tua yang memiliki anak down syndrome memiliki dukungan dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya.

Bagi penderita kusta ada yayasan NLR yang membantu pemberantasan kusta. Yayasan non-profit ini sudah lama didirikan dan memiliki tujuan membantu penderita kusta untuk sembuh, memutus mata rantai penyebaran dan mengurangi potensi timbulnya kecacatan. Bergabung dengan komunitas seperti NLR para penderita kusta akan memiliki dukungan untuk sembuh dan kembali percaya diri menjalani pengobatan.

Melawan stigma bukan hal yang mudah. Apalagi untuk anak-anak yang memiliki keterbatasan. Dr. Oom mengatakan bahwa melawan stigma bisa dilakukan dengan memberikan bukti bahwa anak-anak yang memiliki keterbatasan itu layak untuk mendapatkan kesempatan yang setara. Namun untuk melawan stigma tersebut, pertama harus berdamai dengan diri sendiri dulu. Bagi penderita kusta, melawan stigma bisa dimulai dari diri sendiri, sembuh terlebih dulu, mengikuti semua anjuran dokter dan buktikan bahwa kita bisa.

Mengenal Manfaat Hutan Mangrove Melalui Kegiatan Tanam 1000 Mangrove

Mengenal Manfaat Mangrove Melalui Kegiatan Tanam 1000 Bibit Mangrove

“Bunda, apakah di kota kita ada hutan seperti tempat Uti di desa?” Tanya anakku suatu hari. Kami tinggal di Surabaya, notabene sebagai kota pesisir. Apakah di kota yang dekat dengan wilayah pantai dan laut ada hutan? Ada dooong… Di kota dekat laut pun ada hutan, namanya hutan Mangrove.

Apa Itu Mangrove?

Mangrove adalah salah satu jenis tanaman yang dapat tumbuh di air payau dan air laut. Budidaya hutan Mangrove menjadi sarana pelestarian ekosistem di daerah pesisir. Selain itu hutan Mangrove juga memiliki dampak yang cukup luas bagi kehidupan masyarakat sekitar.

Mangrove memiliki banyak manfaat, diantaranya bisa menjadi habitat bagi banyak jenis ikan, udang, dan moluska. Mangrove menjadi tempat bertelur yang nyaman dan tempat mencari makan bagi hewan-hewan laut yang kecil. Seru lho melihat hewan-hewan ini di antara pohon Mangrove saat laut mulai surut. Selain itu Mangrove mampu menahan dan memperlambat arus dan ombak yang datang sehingga dapat membantu mengurangi risiko erosi.

Bagi masyarakat sekitar, Mangrove membawa dampak ekonomis, sehingga meningkatkan pendapatan warga sekitar. Warga daerah pesisir biasanya berprofesi sebagai nelayan. Satu-satunya sumber pendapatannya adalah dari mencari ikan di laut. Dengan adanya Mangrove, warga sekitar bisa memanfaatkan hasil dari buah, kayu dan nilai ekonomis dari tanaman tersebut. Sudah tahu kan kalau buah Mangrove bisa diolah menjadi sirup yang segar? Mangrove yang menjadi ekowisata juga membantu warga sekitar meningkatkan penghasilannya dari pengunjung yang hendak berlibur.

Mengingat banyaknya dampak baik dari Mangrove tersebut, baik untuk lingkungan sekitar, ekosistem laut dan pesisir, maka Mangrove wajib dilestarikan dan dipelihara. Salah satu komunitas yang berkomitmen menjaga kelestarian hutan Mangrove adalah Mangrove Jakarta. Mangrove Jakarta adalah komunitas yang berfokus pada penanaman bakau dan kesadaran perubahan iklim global.

Beberapa waktu lalu Mangrove Jakarta bersama Bloggercrony Community menyelenggarakan penanaman 1000 bibit pohon mangrove. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 Maret 2022 tersebut dilakukan di sepanjang garis pantai Pulau Tidung Besar, Kepulauan Seribu. Kegiatan penanaman 1000 bibit pohon Mangrove ini didukung oleh Pusat Budidaya dan Konservasi Laut Dinas Ketahanan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, BEM FT UI, KAPA UI dan juga komunitas Bloggercrony. Biar makin seru, Mangrove Jakarta juga mengajak kakak-kakak mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor dan tim sukarelawan dari Yayasan Mangrove Indonesia Lestari.

Sebelum menanam bibit Mangrove, peserta diajak untuk membersihkan sampah di sepanjang pantai Pulau Tidung Besar. Mas Paundra Hanutama selaku Founder Yayasan Mangrove Indonesia Lestari menyampaikan,

“Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, kami berkomitmen menanam bibit mangrove secara rutin di Pulau Tidung. Kami berharap apa yang dilakukan ini dapat menjaga keseimbangan lingkungan dan mengantisipasi adanya bencana lingkungan”

Seneng ya kalau mulai banyak yang peduli terhadap lingkungan. Generasi muda makin melek dan peduli akan kelangsungan habitat di sekitar mereka tinggal. Itu kenapa aku pun suka mengajak kunyil berjalan-jalan di Mangrove sekitar tempat kami tinggal. Tentu saja untuk membuat mereka memahami bahwa daerah pesisir tempat kami tinggal ini butuh untuk dijaga kelestariannya, salah satunya dengan turut menjaga kelestarian hutan Mangrove.

Ketua Divisi Mangrove dan Tanaman Pantai PBKL, Fazhur R. Launuru juga menyampaikan penanaman pohon mangrove ini bisa menjadi cikal bakal destinasi wisata alam yang indah. Sepakat, Pak! Serius lho, Mangrove memang bisa menjadi destinasi wisata yang indah. Cek deh foto kami ketika berjalan-jalan di sepanjang jogging track di hutan Mangrove. Kece banget kaaan…

Nah kalau kalian seneng main ke ekowisata Mangrove seperti kami, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan hutan ya. Jangan buang sampah sembarangan. Jangan merusak pohon dan fasilitas yang ada di dalamnya. Bayangkan ucapan terima kasih dari banyak mahluk yang ada di dalam hutan Mangrove tersebut ketika kita turut peduli dengan tempat tinggal mereka. Tentu saja komunitas dan instansi yang fokus terhadap kelestarian alam akan sangat terbantu dengan kebiasaan baik kita.

Yuk, sama-sama kita jaga kelestarian hutan Mangrove!

Rekomendasi Serum Pencerah Wajah Yang Praktis Dan Mudah Dibawa

Rekomendasi Serum Pencerah Wajah Yang Praktis Dan Mudah Dibawa

Sebenarnya sepenting apa sih serum pencerah wajah itu? Aku pernah berdebat sama suami soal ini. Suatu hari ketika kami sedang packing, tiba-tiba suami ngomel,

“Bund, ini ngapain mau camping bawa dompet bedak segede gini? Camping di tengah hutan pake dandan segala, mau dilihat sama siapa?”

Itu omelan suamiku ketika kami sedang packing untuk berangkat camping keluarga setiap ulang tahun anak-anak. Laki-laki mana paham kalau dompet make up itu isinya gak melulu alat-alat make up. Laki-laki mana tahu bedanya make up dan skincare?

Aku juga tahu kalau camping di tengah hutan tuh gak butuh dandan menor, tapi bukan berarti harus skip skincare dong ya? Para perempuan yang peduli kesehatan kulitnya pasti setuju akan hal ini. Merawat kulit, mau di mana pun tempatnya, dan dalam kondisi apa pun, itu hukumnya wajib. Bahkan lagi di tengah hutan sekali pun, yang namanya serum pencerah wajah, moisturizer dan sunscreen itu ya harus pake.

Nah, tapi masalahnya, botol-botol skincare ini kan gak semuanya tersedia versi travel size yaaa… Alhasil, meski cuma camping 3 hari saja, botol-botol skincare pun tetap bawa yang gede-gede. Hhhhmmmm… Repot memang, tapi mau gimana lagi? Daripada pulang camping terus kulit wajah jadi kasar dan belang, kan gak lucu…

Keluarga kami memang suka kegiatan petualangan di alam. Kami rutin mengajak anak-anak untuk bermain di alam bebas, mulai dari tracking hingga camping keluarga di tengah hutan. Suka berpetualang bukan berarti wajah harus kusam dan belang ya… Wajah kudu tetap glowing, sehat meski bare face, tanpa make up.

Serum Pencerah Wajah Untuk Yang Hobi Berpetualang

Kalau berpetualang ke alam tuh paling seneng kalau pulang bawa oleh-oleh foto atau video yang cakep. Alamnya cakep, pemandangannya indah, suara alamnya bikin rileks pasti akan menjadi kenangan yang bakal tak terlupakan. Namun apa jadinya ketika melihat foto diri sendiri dengan wajah kusam, muka belang, berdiri di antara latar belakang alam yang cantik. Sayang banget kan yaa…

Nah, itulah kenapa perempuan yang punya hobi berpetualang sebaiknya merawat kesehatan kulit wajah. Bukan sekedar demi wajah glowing, tapi juga demi kulit tetap sehat. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan kulit wajah adalah menggunakan serum pencerah wajah.

Tapi ingat, kawan-kawan tetap harus hati-hati memilih serum pencerah wajah. Perhatikan kandungan di dalamnya. Karena sekarang banyak beredar produk-produk yang diklaim mampu mencerahkan kulit, membuat kulit lebih putih, tapi mengandung bahan-bahan berbahaya yang justru tidak bagus buat kulit.

Memilih serum pencerah wajah terbaik untuk yang hobi berpetualang itu bukan hanya sekedar fokus pada kandungan di dalamnya. Namun juga fokus pada kemasannya. Penting banget karena harus tersedia dalam kemasan travel size, praktis dan mudah dibawa. Karena itu aku bahagia ketika Pond’s mengeluarkan kemasan sachet untuk semua jenis-jenis serum miliknya, termasuk Pond’s Triple Glow Serum.

Ini beberapa alasan kenapa aku memilih Pond’s Triple Glow Serum untuk kumasukkan ke keranjang belanjaku:

Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum ini mengandung konsentrat pencerah yang menggabungkan 3 kekuatan terbaik, yang mampu bekerja 60X lebih efektif dari Vitamin C. Berikut 3 kekuatan terbaik yang dimiliki oleh Pond’s Triple Glow Serum:

Gluta-Boost-C: mengandung glutathione, antioksidan yang dikenal mampu mencerahkan kulit. Gluta-Boost-C adalah formula yang unik dan efektif membantu menyamarkan flek hitam, membantu membuat wajah tampak cerah dan warna kulit merata.

Vitamin B3+ yang membantu menyamarkan pori sehingga wajah tampak mulus dan terasa lebih lembut.

Hyaluronic Acid yang mudah diserap ke dalam setiap lapisan epidermis kulit sehingga membantu wajah tampak lembab dan berkilau.

Ingredients: Water, Glycerin, Dimethicone, Pentylene Glycol, Niacinamide, Butylene Glycol, Caprylic/Capric Triglyceride, Polysorbate 20, Tocopheryl Acetate, Cystine, Glycine, Sodium PCA, Sodium Acetylated Hyaluronate, 3-O-Ethyl Ascorbic Acid, Sodium Hyaluronate, Sodium Hyaluronate Crosspolymer, Hydrolyzed Sodium Hyaluronate, Bifida Ferment Lysate, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Xanthan Gum, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/Beheneth-25 Methacrylate Crosspolymer, Phenoxyethanol, Allantoin, Methylparaben, Stearic Acid, Propylparaben, Fragrance, Disodium EDTA, Citric Acid, Sodium Hydroxide, BHT, t-Butyl Alcohol, Cetyl Alcohol, Sodium Carbonate, Ethylhexylglycerin, Sodium Chloride, Sodium Benzoate, Sodium Sulfate, CI 19140

Kemasan: Sachet ukuran ukurang 6 x 12 cm dengan berat bersih 7,5g. Kemasan didominasi warna pink, memiliki tutup plastik yang membuat kemasan tidak mudah tumpah setelah dibuka. Aman untuk diselipkan di tas, koper atau ransel.

Harga: Rp20.000

Tekstur dan aroma: Pond’s Triple Glow Serum memiliki aroma yang khas. Nuansa bunga yang menjadi ciri khas Pond’s dipertahankan di serum ini. Teksturnya kental putih keruh. Dengan tekstur seperti ini, Pond’s Triple Glow Serum mudah diserap oleh kulit dan meninggalkan kesan lembab di wajah.

Cara Pemakaian: Pond’s Triple Glow Serum digunakan setelah kita membersihkan wajah dan setelah menggunakan 3-in-1 Potion Essence. Caranya dengan mengeluarkan sekitar 2-3 tetes POND’S Bright Beauty Triple Glow Serum di wajahmu, lalu ratakan dan tepuk perlahan untuk membantu menyerap ke kulit. Untuk mendapatkan manfaat terbaik serum, lanjutkan dengan menggunakan moisturizer.

Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum Mask, Masker Untuk Wajah Lebih Cerah

Naaah, biar kulit makin glowing, disarankan untuk memakai Pond’s Triple Glow Serum, biar gak nanggung. Pond’s Triple Glow Serum Mask, memiliki kandungan yang senada dengan Pond’s Triple Glow Serum dengan 3 kandungan terbaik yang dimiliki Pond’s, yaitu Gluta-Boost-C, Vitamin B3+ dan Hyaluronic Acid. Ketiga kandungan ini juga menjadi andalan untuk produk Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum Mask sekaligus memaksimalkan kerja serum pencerah wajah untuk mendapatkan hasil terbaik.

Kemasan: Sachet berukuran 11 x 17,5 cm dengan berat bersih 20g. Kemasan didominasi warna pink.

Harga: Rp19.000

Cara pemakaian: Masker digunakan setelah wajah dibersihkan. Keluarkan dan buka lembaran masker, lalu pasang di wajah. Sesuaikan masker dengan bentuk wajah. Biarkan masker selama 15-20 menit. Selanjutnya lepaskan lembaran masker dan pijat lembut wajah agar serum yang tersisa dapat terserap dengan sempurna. Setelah itu wajah tidak perlu dicuci ya, cukup rasakan sensasi kelembabannya.

Pond’s Triple Glow Serum dan Pond’s Triple Glow Serum Mask ini sudah bisa dibeli di Indomaret. Mudah didapat, harga terjangkau, kemasan praktis dan mudah dibawa. Brand bukan abal-abal pula, sudah terpercaya sejak dulu. Sungguh cara tampil glowing yang pas bagi para petualang.

Pond’s memang membantu para petualang untuk memiliki wajah lebih cerah dan tetap glowing meski harus keluar masuk hutan, mendaki lembah, meniti kota sepanjang hari. Tapi jangan lupa untuk selalu memperhatikan kebutuhan kulit kalian ya, teman-teman. Pelajari apakah kalian cocok dengan semua kandungan yang ada di serum pencerah wajah. Jika dirasa ada alergi, sebaiknya hentikan. Hanya kita yang tahu kebutuhan kulit kita.

Selamat berpetualang cantik, pemilik wajah glowing!

Kolaborasi Asyik Untuk Cegah Stunting, Obesitas Dan Berbagai Masalah Kesehatan

Kolaborasi Asyik Untuk Cegah Stunting, Obesitas Dan Berbagai Masalah Kesehatan

“Bu, ini berat badan anaknya masih di bawah garis merah lho…” Kalimat itu yang selalu saya terima setiap kali membawa anak-anak ke posyandu ketika masih balita dulu.

Setiap ibu yang menerima kalimat semacam itu tentu ada rasa cemas dan gundah. Berbagai pertanyaan muncul silih berganti, apakah anakku sehat, apakah perkembangannya akan baik-baik saja, apakah gizinya masih belum cukup, kenapa berat badannya susah naik padahal makannya biasa saja. Pertanyaan yang jamak menghinggapi benak para ibu di seluruh dunia, tak peduli dia selebritis atau rakyat jelata.

Apalagi konon katanya anak yang memiliki berat badan di bawah rata-rata memiliki risiko tinggi terjadinya stunting. Stunting adalah kondisi ketika anak mengalami kegagalan dalam pertumbuhan karena masalah gizi buruk dalam jangka waktu yang lama. Ciri-cirinya biasanya anak tumbuh lebih pendek dari kawan-kawan seusianya. Stunting selain menghambat pertumbuhan fisik, juga dapat mengganggu pertumbuhan otak.

Cegah Stunting Sebelum Genting

Nah, ternyata angka stunting di Indonesia ini masih terbilang tinggi dibanding negara-negara lain di dunia. Sangking gentingnya masalah stunting di Indonesia ini, kementerian kesehatan mengajak Tanoto Foundation untuk menggalakkan kampanye “Cegah Stunting Sebelum Genting”.

Kampanye ini mengajak kaum muda untuk melek tentang gaya hidup sehat dan risiko stunting yang mengintai. Mengapa anak muda? Karena memutus rantai stunting ini harus dimulai sejak dini mungkin. Kaum muda yang nantinya punya anak-anak harus memulai untuk menerapkan pola hidup sehat sebelum mereka mendidik dan melahirkan generasi-generasi berikutnya.

Periode remaja ini juga menjadi periode penanaman perilaku hidup baik, termasuk perilaku hidup sehat. Remaja juga sejak dulu selalu menjadi agent of change dalam banyak hal. Selayaknya juga menjadi agent of change dalam memutus tali perilaku hidup yang membawa risiko tinggi terhadap stunting.

Banyak remaja yang belum aware dengan risiko stunting ini, karena efeknya tidak langsung dirasakan. Di sini lah Tanoto foundation berperan aktif mendekatkan remaja dan mengajak membuka mata tentang pentingnya mengenal perilaku hidup sehat untuk mencegah risiko stunting. Tanoto Foundation memberikan wadah dan mengapresiasi para remaja yang ingin bergerak bersama.

Mencegah Risiko Obesitas Tak Kalah pentingnya Dengan Risiko Stunting

Selain risiko stunting yang dihadapi dalam perilaku hidup yang tidak sehat adalah adanya risiko obesitas. Risiko ini juga mengintai tak hanya anak-anak dan balita, tetapi juga remaja yang sudah melewati masa pertumbuhan.

Akibat kesehatan dari obesitas pun juga tak kalah mengerikannya, mulai dari risiko penyakit jantung, diabetes, darah tinggi hingga bermacam-macam komplikasi lainnya mengintai siapa saja yang mengalami obesitas. Ditambah lagi kondisi pandemi yang membuat banyak orang jadi berkurang aktivitas fisiknya. Padahal aktivitas fisik ini penting sekali dalam mencegah risiko obesitas.

Hayooo ngaku, siapa yang sejak pandemi jadi makin jarang olag raga, malas gerak, lebih banyak duduk dan rebahan? Yaaaaak… kita senasib. Begitu keluar rumah, pipi dan perut makin membulat. Tenang, saya pun begitu. Berat badan sukses melesat tanpa sungkan. Demikian juga para remaja kita, sangat dekat dengan risiko obesitas.

Dari hasil penelitian PEANUT Project tahun 2019 hampir 30% remaja di DKI Jakarta mengalami kelebihan gizi yang sangat dekat dengan risiko obesitas. Tentu angka ini semakin meningkat di masa pandemi seperti ini. Sudah mulai relate belum?

Ah sudahlah, yuk segera kita bertaubat dan mulai gerak lagi!

Anemia Defisiensi Besi Mengintai Remaja Putri

Masih belum deg-deg’an dengan berbagai risiko kesehatan terhadap abainya kita akan angka kecukupan gizi? Yuk mari sini aku bisikin lagi risiko kesehatan kalau kita masih abai dengan angka kecukupan gizi. Risiko yang ini mengintai lebih banyak pada remaja putri. Kenapa? Karena remaja putri mengalami siklus menstruasi setiap bulan.

Yes, Anemia defisiensi zat besi mengintai kaum hawa yang mulai mengalami menstruasi. Keluarnya banyak darah setiap bulan ini juga turut menguras zat besi yang dibutuhkan tubuh kita. Akibatnya apa? Lebih mudah merasa lelah, lemas dan pucat. Anemia defisiensi besi ini dialami oleh 1 dari 4 remaja putri di Indonesia. Karena itu harus tahu kondisi tubuh agar tahu harus gimana nih untuk mencegahnya.

Trus kalau mengalami Anemia defisiensi besi ini harus gimana? Ada lho yang namanya tablet tambah darah yang bisa diminum saat dibutuhkan. Bisa didapat di apotek-apotek terdekat. Inilah kenapa penting banget buat remaja untuk melek tentang kecukupan gizi dan melakukan perilaku hidup sehat.

Nutrition International (NI) juga tak kalah urun serta dalam proses mendidik remaja kita agar melek tentang gizi. NI memberikan kursus gratis bagi remaja di mana saja untuk belajar tentang program-program gizi remaja yang telah disusun. Tak hanya sekedar belajar mencegah stunting, anemia defisiensi besi, tapi juga belajar tentang fortifikasi pangan.
NI juga mengajak remaja untuk peduli tentang isu kecukupan gizi dengan berkolaborasi membuat konten-konten asyik mengenai gizi. Dengan memanfaatkan sosial media dan kekuatan peer influence para remaja inilah, pesan-pesan baik tentang program gizi remaja diharapkan dapat tersampaikan lebih luas.

Untuk kalian yang mau ikut kursus gratis tentang gizi remaja ini bisa masuk ke link di bawah ini:
Giziremaja.learning.nutritionintl.org. Ada banyak modul yang bisa kalian unduh juga untuk menjadi panduan dalam memulai perilaku hidup sehat.

Kolaborasi Asyik Cegah Berbagai Risiko Kesehatan

Dalam rangka merayakan Hari Gizi Nasional, kementerian kesehatan mengajak semua pihak untuk turun dan berkolaborasi dalam mencegah berbagai risiko kesehatan termasuk risiko obesitas. Kolaborasi tersebut dibuat sedemikian rupa, agar asyik untuk dilirik oleh para remaja yang menjadi agent of change dalam perilaku hidup sehat kedepannya.

PT Yakult Indonesia Persada menjadi salah satu perusahaan yang mendukung gaya hidup sehat. Peran industri seperti Yakult ini tak kalah pentingnya lho dalam menanamkan perilaku hidup sehat di masyarakat. Yakult memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan dengan mengalokasikan waktu dan budget untuk promosi perilaku hidup sehat agar menjangkau masyarakat lebih luas. Selain memberikan melalui seminar, yakult juga memanfaatkan sosial media, berkolaborasi dengan banyak kaum milenial, sekolah-sekolah, siswa-siswa dalam menerapkan gaya hidup sehat ke kehidupan sehari-hari.

Dengan berkolaborasi bersama banyak pihak dari berbagai kalangan mulai dari industri, komunitas, yayasan, dalam negeri maupun internasional, semoga makin banyak masyarakat, remaja dan kaum muda yang melek terhadap perilaku hidup sehat. Yuk bisa dimulai dari diri sendiri. Bergerak selangkah demi selangkah untuk mencapai tujuan.

Apakah Gotong Royong Kini Sebatas Simbol Di Dada Pancasila?

“Aku mumet sama orang-orang ini. Diajak kerja bakti bersihkan selokan aja susahnya minta ampun. Nanti kalau banjir, pada ngomel semua…”

Cerocos curhatan teman saya yang seorang bu RT, membuat saya merasa tersindir. Sebagai salah satu warga yang juga agak malas kalau diajak kerja bakti hari minggu pagi, saya dan suami lebih memilih membayar orang untuk membersihkan selokan di depan rumah. Rasanya lebih praktis, hemat tenaga tanpa harus berkotor-kotor dan berkeringat. Hari minggu masih bisa kami habiskan dengan istirahat, atau nonton film dan ngobrol bersama anak-anak.

Selain alasan ribet, bagi beberapa warga kota seperti kami, ajakan kerja bakti bisa menjadi hal yang kurang nyaman karena embel-embel harus berbasa-basi lebih lama dengan tetangga yang kadang obrolannya beda frekuensi. Maklum, kami tinggal di tengah perumahan yang sebagian besar penghuninya adalah para pensiunan yang sudah mulai sepuh. Apakah ini tanda-tanda awal lunturnya budaya gotong royong di tengah masyarakat perkotaan seperti kami?

Lunturnya budaya gotong royong ini makin terasa menyesakkan kala ada teman saya yang kesusahan saat asisten rumah tangganya terkonfirmasi positif Covid-19. Saat itu, Pak RT beserta beberapa warga mendatangi rumahnya dan meminta si asisten rumah tangga untuk dipindahkan dari lingkungan rumah dengan alasan agar tidak ada warga yang tertular.

Kawan saya ini tinggal di perumahan elit, yang tiap rumahnya berisi banyak kamar, berhalaman super luas, bahkan hampir setiap rumah ada kolam renangnya. Dengan rumah seluas itu, kawan saya merasa mampu untuk mengisolasi mandiri ARTnya di salah satu kamar miliknya tanpa ada kontak langsung dengan orang lain di rumah, apalagi dengan warga sekitar.

Namun Pak RT merasa dengan adanya warga yang terkonfirmasi covid di wilayahnya akan menjadi beban tersendiri bagi pengurus. Pak RT merasa akan lebih nyaman buat para pengurus dan warga lain jika semua warga yang terkonfirmasi positif langsung dipindahkan ke pusat karantina mandiri milik pemerintah.

Maka adu debat tak terelakkan. Melihat kondisi psikologis asisten rumah tangganya yang ketakutan padahal ia hanya OTG, maka kawan saya mempertahankan untuk si pembantu rumah tangga bisa tetap menjalani karantina secara mandiri. Toh kawan saya merasa mampu memberikan semua kebutuhan asisten rumah tangganya selama karantina tanpa harus membebani warga lain. Namun beberapa orang tetap merasa kurang nyaman tinggal di lokasi yang sama dan menghirup oksigen dari perumahan yang sama. Menurut mereka itu akan menjadi sumber penularan penyakit.

Ketika saya tanya, apakah dia mengenal tetangganya itu, kawan saya menjawab dengan ringan “aku tinggal di sini hampir 8 tahun, tapi aku tidak pernah tahu siapa nama tetangga sebelah rumahku.”

Akibat tidak adanya rasa saling mengenal, tidak pernah adanya kegiatan bersifat gotong royong membuat hubungan antar warga menjadi kurang toleran. Minimnya tenggang rasa inilah yang akhirnya mudah menimbulkan gesekan ketika ada konflik kepentingan.

Saya jadi ingat obrolan bersama suami tentang iklim startup di Indonesia. Di negara ini banyak sekali perusahaan rintisan yang tumbuh. Sangat banyak bahkan. Kualitas sumber daya manusia kita sangat mumpuni untuk bekerja di perusahaan rintisan. Skill para kaum muda kita tidak bisa diremehkan begitu saja. Namun mengapa dari begitu banyak perusahaan rintisan yang ada di Indonesia, sangat sedikit yang bisa berkembang dengan sehat?

Selain faktor suntikan modal yang jamak menjadi problem perusahaan rintisan, mungkin penyebab lainnya adalah minimnya iklim kolaborasi. Ipar saya yang seorang dosen pernah mengeluhkan tentang tugas kelompok yang diberikan kepada mahasiswanya hasilnya banyak yang tidak sesuai harapan. Mahasiswa sulit bekerja sama, hanya mengandalkan satu orang yang dirasa cakap dalam kelompoknya, membuat yang lain minim kontribusi. Terbukti saat presentasi tugas, mahasiswa yang lain banyak yang tidak menguasai materi presentasi.

Padahal kunci dalam pengembangan bisnis apapun adalah kolaborasi dan bekerja sama dengan orang lain. Bekerja sama itu berarti memberikan dan mempercayakan porsi kerja yang sama dengan yang lain. Sungguh ironis bukan, ketika budaya gotong royong yang biasanya kita agung-agungkan dalam setiap pelajaran PPKN ternyata kini tinggal sebatas simbol padi dan kapas di atas dada pancasila saja.

Di saat kebutuhan kolaborasi untuk bertahan dalam dunia kerja sangat tinggi, kenapa masih banyak orang tua yang menginginkan anaknya berlomba-lomba saling mengalahkan dalam meraih angka di atas kertas ujian? Kenapa masih banyak guru dan sekolah yang mensakralkan nilai angka fiktif di atas raport? Kenapa semua ujian-ujian itu tidak diubah menjadi project-project yang merangsang anak-anak untuk mengeksplorasi ilmu dan berkolaborasi dengan kawan-kawannya?

Di negara yang katanya memiliki warisan budaya gotong royong ini, mengapa kita justru kesulitan berkolaborasi? Benarkah gotong royong sudah mulai luntur dalam budaya kita?

Kisah Pohon Andurien

Ini adalah cerpen yang di tulis Kira untuk disetorkan sebagai tugas literasi. Tulisan yang dikumpulkan berupa cerpen dengan tema “Surabaya”. Kalau cerita seputar itu-itu saja, bosen katanya. Karena bocahnya sangat tergila-gila sama kisah fantasi, maka jadilah tulisan fantasi versi dia. Daripada mubadzir hanya ada di buku tugas, mending diunggah di sini. Masih banyak yang bisa diperbaiki lagi dari tulisan ini, tapi biarlah menjadi parameter tumbuh kembangnya dalam menulis, yang kelak bisa dibaca lagi.


Kisah Pohon Andurien

Di suatu daerah di bagian timur Surabaya terdapat sebuah pohon tua besar bercabang banyak. Pohon yang menjadi cerita banyak orang di zamannya. Di sekitarnya banyak tumbuh tanaman dan pohon-pohon kecil. Dulu anak-anak yang tinggal di kampung tempat pohon tua berada senang memanjatinya. Jika malam menjelang, Kunang-kunang riuh menghiasi dan berterbangan di sekitar pohon itu. Hingga belasan tahun berlalu anak-anak yang kecil menjadi dewasa, pohon-pohon semakin jarang tumbuh di sekitarnya.

Tempat pohon itu berada berubah menjadi rumah-rumah yang semakin padat. Ranting rantingnya menusuk atap warga. Namun tahukah kalian, dari semua kenangan yang dimiliki pohon itu, ada satu yang selalu diingatnya. Untuk melihat kenangan itu, kita kembali ke masa sekitar 4.000 tahun yang lalu. Masa di mana pohon ini masih sangat muda, saat daunnya hanya berjumlah 4 lembar.

Di abad ini upacara sedang diadakan untuk menanam sebuah pohon di puncak bukit kecil. Tanah di sekitar bukti lapang dan hijau. Seiring berjalannya waktu, pernah ada seekor jerapah kecil memakan daunnya tapi aneh jerapah ini tiba-tiba lehernya berubah panjang. Seorang perempuan menggendong jerapah kecil itu lalu memberi cat merah aneh pada pohon itu.

“Etios Kokolono andurien kokono…” kata perempuan itu.

orang orang di belakangnya menjerit jerit setuju pada wanita itu seorang lelaki tinggi maju lalu berkata pada pohon tersebut

“Aku ngaturake panuwun marang kang maha kuwasa ing dhuwur. Kawulo ngaturaken agunging panuwun awit saking sih rahmat ingkang sampun panjenengan tumbasaken wit keramat menika” Katanya dalam bahasa jawa.

Sekarang semua orang bersujud menghadap pohon suci itu. Setelah upacara selesai. Seorang bertelinga panjang dengan rubah putih mendatangi pohon itu. Dia berkata

“titinuri andurien kokono ano’s” ( saya andurien dan kokono anjing saya adalah perawat pohon suci ini).

Andurien nama si penjaga bertelinga panjang itu, memainkan harpa kecil yang dibawanya di tangan kiri. Ia menyanyikan lagu tentang pohon suci. Setiap hari Andurien mendatangi pohon ini dan menyanyikan lagu untuknya. Andurien dan pohon itu seperti satu kesatuan. Waktu berlalu, masa berganti. Dari yang awalnya Andurien datang setiap hari jadi semakin jarang. Seiring makin rentanya Andurien, kedatangannya berubah menjadi seminggu kali, kemudian jadi sebulan sekali hingga Andurien kian bertambah tua dan akhirnya … tiada. Pohon itu tak ada lagi yang mendatangi dan menyanyikan lagu di bawahnya.

Pohon itu berduka atas kematian Andurien. Pohon tua makin tenggelam dalam kesedihan dan tidak lagi berbuah. Karena tak ada lagi buahnya, orang-orang menjadi enggan berkunjung. Anak-anak tak lagi menari-nari di bawahnya. Tradisi pohon suci pun punah. Tak banyak lagi orang-orang yang mau datang ke bukit itu. Bukit terbengkalai, pohon tua makin merana.

Seiring berkembangnya waktu, desa kecil pun berubah menjadi kota. Daerah sekitar pohon tua itu berada kini lebih banyak dikenal dengan nama Gunung Anyar. Perbukitan berubah menjadi perumahan. Anak-anak yang tinggal di sekitarnya tidak pernah tahu betapa enak buah yang pernah tumbuh di pohon tua itu. Orang yang sebaik andurien pun sudah tak ada lagi. Tak ada yang mengenal kisah pohon suci yang pernah ada sebelumnya. Bukit yang dulu hijau kini dipenuhi sampah, gersang dan kering. Pohon tua makin merana.

Di satu titik tertinggi kesedihannya, pohon itu akhirnya menerima keadaan. Masanya telah usai, keadaan telah berubah, Andurien telah tiada. Pohon itu menarik nafas lalu untuk terakhir kalinya ia mengeluarkan buahnya. Seminggu berlalu, ada warga yang dikejutkan oleh buah yang muncul dari pohon tua di atas bukit di sekitar tumpukan sampah. Yang membuat mereka takjub, rasanya enak dan lezat. Di buah itu ada biji-biji yang rapi. Yang tak kalah uniknya, kulit buahnya ada goresan bertuliskan Andurien. Yang kemudian warga menyebutnya buah Andurien.

Saat dunia menjadi dunia modern, asap mengepul di mana-mana perumahan makin dipenuhi bising motor, si pohon Andurien makin sakit. Daunnya layu para warga sekitar berusaha memberinya pupuk tapi tak ada yang membuatnya sehat. Keadaan semakin buruk setiap harinya bahkan kayunya sudah berubah menjadi coklat dan rapuh. Serangan hama tak terhindarkan. Karena tahu pohon langka itu sekarat, para peneliti mulai berusaha merawat. Mereka melarang warga menggunakan motor di gang sempit. Warga sekitar membantu membersihkan sampah yang ada di sekitar pohon. Para peneliti berusaha keras membuat pupuk dan obat penawarnya.

Seluruh anak indonesia yang hebat dikerahkan untuk menjaga pohon yang pernah dianggap suci itu agar tidak tumbang dan mati. Warga sekitar resah. Hingga suatu hari seorang peneliti muda yang tulus menemukan pupuk untuk diuji coba pada pohon itu. Pupuk itu di taruh di sekitar pohon. Malam yang sunyi semua mendoakan pohon tua Andurien. Keesokan harinya pohon itu mengeluarkan satu buahnya dan daun hijau mulai ranum kembali. Pohon Andurien sudah kembali sehat. Para warga bersorak riang gembira. Setelah sekian lama ia hidup pohon Andurien telah melewati masa masa yang berat, namun justru itu yang membuat buahnya manis dan lebih nikmat.

Hingga setelah sekian lama pohon itu hidup, perumahan di sekitarnya sudah menjadi gedung bertingkat. Namun di dekat pohon Andurien tumbuh ada laboratorium tempat para peneliti. Dia terus diteliti oleh manusia-manusia. Bahkan ada yang beranggapan pohon itu adalah pohon pertama di dunia dan pohon tertua yang diturunkan dari langit. Para peneliti tak henti-henti menyuntiknya setiap hari.
Namun keadaan berkata lain, Tuhan memberi cobaan lagi pada pohon ini. Tempat yang ditinggali saat ini dilanda gempa. Gedung-gedung runtuh. Sebagian ranting-ranting dan cabang pohon Andurien patah. Berita menyebar, dalam 6 jam penduduk sekitar gedung terkejut. Para wartawan mengelilinginya. Tanpa adanya pupuk yang tersedia dan oksigen yang bersih dari dalam gedung, kondisi pohon mulai melemah hingga kemudian ia tertidur lagi, tampak layu dan tua.

Mengenaskan. Peneliti menganggapnya mati, lalu dipotongnya pohon tersebut . pohon itu menyemburkan cairan getah berwarna merah. Tapi bukan berarti si pohon mati. Dia menumbuhkan bibit baru, yang sangat baru, yang nantinya akan menjadi generasi baru dari pohon tua Andurien.

– Tamat –

Bermain Logic Puzzle, Cara Seru Mencegah Pikun

Bermain Logic Puzzle, Cara Seru Mencegah Pikun

Pikun adalah kondisi ketika seseorang mengalami penurunan fungsi pada organ memori atau otak. Pikun sering terjadi pada manusia yang memasuki usia senja. Mengapa demikian? Pada orang yang sudah masuk usia lanjut, penyebab pikun bermacam-macam, salah satunya adalah karena adanya perubahan reaksi kimia yang terjadi pada beberapa organ vital termasuk otak. Menurunnya fungsi otak pada lansia adalah hal yang jamak terjadi.

Selain diakibatkan oleh menurunnya fungsi organ vital, pikun bisa juga merupakan gejala beberapa macam penyakit, seperti Demensia, Alzheimer maupun penyakit lainnya. Untuk diagnosa lebih tepat terhadap kepikunan yang terjadi pada lansia ada baiknya berkonsultasi dengan ahli medis terdekat.

Pikun bukan hanya terjadi pada lansia, namun bisa juga menyerang kaum yang lebih muda. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari kejenuhan, beban pikiran yang banyak hingga stress dan terjadi cedera otak. Pikun bukan sekedar mudah lupa, namun bisa jadi merupakan gejala penyakit serius. Pikun wajib diwaspadai bukan hanya oleh para lansia tapi juga kaum muda.

Cara Mencegah Pikun

Pikun bisa dicegah sejak dini. Seperti layaknya anggota badan yang lain, jika ingin sehat, selain menjaga asupan makanan, otak juga butuh olah raga. Olah raga yang dibutuhkan otak bisa dengan bermacam-macam cara. Berikut beberapa kegiatan untuk membantu mencegah pikun

1. Membaca dan Menulis

Membaca dan menulis melatih otak untuk aktif bekerja. Membaca otak akan terbiasa menyerap dan mengolah informasi dari setiap bahan bacaan. Menulis membantu otak mengingat setiap informasi yang pernah diterima dan mengolahnya menjadi bahan tulisan. Dengan membaca dan menulis otak diajak untuk aktif bekerja.

2. Menerapkan pola hidup sehat

Seperti layaknya anggota tubuh yang lain, otak juga membutuhkan pola hidup yang sehat termasuk asupan makanan yang bernutrisi. Kandungan omega 3 dapat menjadi nutrisi yang ampuh bagi kesehatan otak. Kandungan omega 3 banyak terdapat pada makanan laut seperti ikan laut, udang, cumi dan lain sebagainya.

3. Bersosialisasi

Bersosialisasi atau memiliki teman untuk berbicara membuat otak terus terasah. Komunikasi dua arah membantu otak menyerang dan mengolah informasi, berpikir dan menyelesaikan masalah. Otak yang aktif bekerja akan mendapatkan asupan oksigen dengan optimal, sehingga kesehatan otak turut terjaga.

4. Melakukan aktivitas spiritual

Melakukan aktivitas spiritual seperti membaca kitab suci memiliki manfaat yang banyak. Aktivitas spiritual selain membantu mendekatkan diri pada Tuhan juga membantu mengasah otak. Membaca kitab suci juga dapat menjadi sarana komunikasi antara umat dengan Tuhannya. Komunikasi adalah salah satu cara menjaga asupan oksigen ke dalam otak tetap lancar dan mencegah pikun.

5. Bermain games logika

Mengasah otak adalah sama dengan mengasah logika. Karena itu barmain games logika menjadi salah satu cara yang menyenangkan untuk mencegah pikun dan menjaga kesehatan otak. Games logika mengajak kita untuk berpikir dan memecahkan masalah. Dengan demikian tentu saja otak terasah, hati senang, sehingga terhindar dari pikun dan penyakit degeneratif lainnya.

Jenis-Jenis Games Logika Yang Dapat Mencegah Pikun

Seiring perkembangan teknologi, bermain permainan online bukan lagi hal yang langka. Bermain permainan online tidak lagi membutuhkan perangkat yang mahal dan rumit, hanya cukup dari ponsel pintar kita bisa mengakses ke jenis permainan apa saja.

Berikut beberapa jenis permainan online yang dapat kalian mainkan untuk mencegah terjadinya pikun:

  • Sudoku, jenis permainan yang mengurutkan angka dalam satu blok
  • Sokoban, permainan yang bertujuan menempatkan kotak sesuai tempat yang diminta
  • Catur / Chess, permainan papan yang sempat viral dan banyak digandrungi untuk adu strategi
  • TTS / Crossword, permainan yang mudah dimainkan di mana saja untuk mencari kata yang tepat sebagai jawaban sesuai jumlah kotak tersedia.
  • Tetris / Tetra Block, jenis permainan teka-teki yang menempatkan papan secara berderet sebanyak mungkin.

Masih banyak jenis permainan lain yang bisa dimainkan untuk mengasah logika. Ada banyak juga permainan yang mengasah daya ingat. Semua permainan yang menggunakan otak untuk mengatur strategi, memecahkan masalah, mencari jawaban semua dapat membantu mencegah pikun. Namun demikian ada banyak kendala yang biasa dialami oleh pemilik ponsel pintar, salah satunya adalah masalah memory ponsel.

Solitaire Membantu Mencegah Pikun

Terkadang kapasitas memory ponsel terbatas sehingga jumlah permainan yang dapat dipasang di ponsel juga terbatas. Namun jika hanya memasang sedikit permainan, tentu saja akan lebih mudah bosan dan tidak menyenangkan. Ada gak sih permainan yang lebih praktis yang bisa dimainkan dari ponsel?

Ada dong. Coba buka website www.solitaire.org

Website ini menyediakan banyak sekali jenis permainan termasuk permainan logic puzzle. Permainan logic puzzle bermacam-macam, mulai dari minesweeper hingga catur semua tersedia. Tak hanya jenis permainan papan dan logika, permainan kartu seperti solitaire, freecel, klondike, blackjack dan sejenisnya juga lengkap tersedia. Masih ada lagi permainan kata seperti TTS, letter scramble dan sejenisnya juga ada. Lengkap kan?

Lantas apa saja kelebihan solitaire.org dibandingkan dengan permainan ponsel pintar lainnya? Kenapa sih mainnya harus di solitaire.org?

Kalau kalian main permainan online di solitaire.org kalian tidak perlu install aplikasi apapun, jadi tidak bikin penuh kapasitas ponsel pintar. Cukup dengan buka websitenya, kalian sudah bisa langsung main. Tidak perlu registrasi segala macam, bisa langsung bermain berbagai jenis permainan online yang kalian inginkan. Solitaire.org juga menyediakan berbagai jenis permainan yang dijamin tidak akan bikin kalian mudah merasa bosan.

Situs ini cukup praktis dan ringan, sehingga mudah dibuka dari mana saja. Meski akses paket data kalian terbatas, permainan ini masih cukup nyaman untuk dimainkan. Solitaire.org juga cukup terbuka menerima saran dan usulan kalian jika ada jenis permainan yang kalian inginkan untuk dimasukkan ke dalam website tersebut.

Gimana? Praktis dan mudah bukan untuk mencegah pikun? Bahkan bisa dilakukan dengan cara yang seru dan menyenangkan. Jadi yuk kita mulai olahraga otak!